Meneruskan Kasih

Posted: July 14, 2013 in Life, Religion

Bunda Teresa menulis, “Penyakit paling menakutkan itu bukan TBC atau lepra, melainkan tidak dikehendaki, tidak dicintai, dan tidak dipedulikan. Kita dapat mengobati fisik dengan obat-obatan, tetapi satu-satunya obat untuk kesepian, keputusasaan, dan hilangnya harapan adalah kasih. Banyak orang di dunia ini yang mati karena kurang makan, tetapi lebih banyak lagi yang mati karena haus kasih sayang.” Banyak orang yang tertolak oleh lingkungannya dan mereka merasa sendiri. Banyak orang putus asa karena apa yang ia harapkan tak kunjung terwujud dalam hidupnya. Ya, dunia haus akan kasih sayang dan menantikan orang-orang yang bersedia menyatakan kasih itu.

Allah memberikan kasih itu kepada kita adalah supaya kita melanjutkan kasih tersebut bagi sesama. Bukan hanya untuk disimpan dan dinikmati bagi diri kita sendiri. Kewajiban kita adalah mengasihi sesama tanpa membeda-bedakan latar belakang mereka. Kasih pasti menyelamatkan banyak hal dalam kehidupan. Orang menjadi merasa dihargai dan tidak kesepian karena ia tahu bahwa ia tidak sendiri lagi.

Kasih tidak akan pernah habis sewaktu kita membagikannya. Justru kasih akan semakin bertambah banyak dalam diri kita. Karena kita sudah mendapatkan kasih Allah secara cuma-cuma, demikian hendaknya kita juga berbagi kasih tanpa mengharapkan imbalan apa pun

Posted from WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s