Rudy Hartono – Aku Ingin Satu Angka Saja

Posted: September 7, 2013 in Inspiration, Motivation, Real Story, Sport

All england, Wimbledon Inggris adalah arena bergengsi bagi atlit bulu tangkis. Ada beberapa nama Indonesia yang mengukir nama emas di arena tersebut seperti Tan Joe Hok, Ferry Sonneville, Rudy Hartono, Chun Chun, Johan Wahyudi, Ade Chandra, Liem Swie King, Kristian Hadinata, dan Icuk Sugiarto. Dari nama² di atas yang paling melegenda adalah Rudy Hartono, Sang Maestro dengan 8 (delapan) kali menjadi juara tunggal dan sampai saat ini belum ada yang menyerupai rekornya.

Rudy Hartono (yang lahir dengan nama Rudy Hartono Kurniawan pada tanggal 18 Agustus 1949) memang sangat disiplin dan tak pernah mengecewakan pelatih²nya, seperti almarhum Irsan dan Tahir Djide.

Pada kejuaraan Semii Final All England tahun 1976, Rudy Hartono berhadapan dengan Sture Johnson (Juara Eropa asal Swedia yang lahir pada tahun 1945), situasi benar-benar kritis, pada set pertama Sture Johnson unggul 15-14 dan set kedua ia sudah unggul 14-0. Semua pendengar RRI dan pemirsa TVRI benar² terhenyak, satu angka lagi tamatlah Rudy Hartono.

“Horeeee,,!” teriak penyiar RRI, shutelcock berpindah ke tangan Rudy. “Aku ingin satu angka saja”, kata Rudy ketika memulai servis, ternyata ia memperoleh angka (1-14). “Aku ingin satu angka lagi”, dan terjadilah (2-14).
Akhirnya point menjadi 14-14 dan Rudy mengakhiri set kedua dengan 17-14. Sture johnson benar² heran, penonton Indonesia terdengar riuh rendah.

Set ketiga, sekali lagi Rudy mengatakan, “Aku ingin satu angka lagi…!”
“Aku ingin satu angka lagi”…
Dan set ketiga berakhir dengan 15-0 untuk Rudy Hartono. Ia pun maju ke final melawan finalis dari Denmark, Spend Pri Punch Gunalan (Malaysia) berkomentar : “Jika melawan Rudy, sebelum tercapai angka 15, belum menang.”

Sebelumnya, Rudy telah memenangi All England 7 kali berturut² sejak tahun 1968 hingga 1974 atau sama dengan prestasi yang didapat Erlans Kops (Denmark). Agar prestasi Erlans Kops tumbang, Rudy harus kembali memenangi All England.
Dan Rudy Hartono pun berhasil mendapatkan kemenangan All England yang ke 8 dalam laga “All Indonesian Final” setelah mengalahkan Liem Swie King (Salah satu Maestro Bulutangkis Indonesia yang menjuarai All England 3 kali, 1978 dan 1979, serta 1981.) yang akhirnya menyerah kepada Rudy Hartono, 7-15 dan 6-15.

Yesss……
NEVER LOSE HOPE !!
Teman, pernahkah Anda berpikir bahwa saat Anda memutuskan untuk menyerah, terkadang sebenarnya hanya tinggal selangkah lagi menuju kemenangan?
Nikmati proses selangkah demi selangkah dan jangan pernah berpikir untuk menyerah dalam situasi yang Anda anggap sulit, ingat sulit bukan berarti mustahil karena Anda hanya perlu SATU ANGKA LAGI!

Posted from WordPress for BlackBerry.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s